10 ARTIKEL HUT RI 75 🇮🇩

JAKARTA - Sejarah mencatat rencana proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai dari perdebatan antara kelompok tua dan kelompok muda yang berbeda pandangan soal kemerdekaan bangsa Indonesia pada 15 Agustus 1945.
Saat itu, kelompok muda seperti Chaerul Saleh, Wikana, hingga Sukarni mendesak dwi tunggal Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah dari sekutu.
Soekarno-Hatta tetap pada pendiriannya. Namun kelompok pemuda tetap ingin bangsa Indonesia segera merdeka dan bukan hasil pemberiaan Jepang.
Lantas kelompok muda itu pun menculik Soekarno-Hatta dengan maksud agar kedua tokoh itu bebas dari pengaruh Jepang. Dwi tuggal pun dibawa ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, sekira pukul 04.00 WIB dini hari.
Aksi penculikan itu sebenarnya membuat Bung Karno marah dan kecewa karena para pemuda tidak mau mendengarkan pertimbangannya yang sehat. Bung Karno membawa Fatmawati istrinya, dan Guntur yang pada waktu itu belum berumur satu tahun.
Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok seharian penuh. Upaya untuk menekan dwi tunggal segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia gagal total karena wibawa kedua tokoh bangsa itu yang cukup besar.
Di sebuah pondok bambu di tengah persawahan Rengasdengklok, Bung Karno menjelaskan alasan dirinya ingin memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Dalam kesempatan itu, ia pun menerangkan bahwa 17 merupakan angka suci. Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada Jumat 17 Ramadan merupakan momen diturunkannya Alquran. Selain itu, 17 juga merupaka total rakaat dalam sholat lima waktu bagi umat Islam.
Di sisi lain, Ahmad Soebardjo dari golongan tua dengan Wikana dari golongan muda membicarakan kemerdekaan yang harus segera dilaksanakan di Jakarta.
Kemudian, Laksamana Tadashi Maeda bersedia untuk menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya. Usai pertemuan itu, Jusuf Kunto dari pihak pemuda mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno-Hatta.
Ahmad Soebardjo pun memberikan jaminan kepada kelompok pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Kemudian, mereka kembali ke rumah Maeda untuk menyusun teks proklmasi.
Para penyusun teks proklamasi itu adalah Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik pada pagi harinya. Perdebatan terjadi tak hanya soal penyusunan teks proklamasi. Namun, lokasi pembacaan teks proklamasi itu pun menuai perdebatan antara kelompok tua dan muda.
Sukarni yang merupakan perwakilan dari kelompok pemuda ingin proklamasi dilakukan di lapangan IKADA namun Bung Karno tegas menolak usulan tersebut.
Bung Karno ingin pembacaan proklamasi dilakukan di kediamannya agar tak menimbulkan bentrok antara tentara Jepang dan rakyat. Akhirnya pembacaan proklamasi diputuskan digelar di kediaman Bung Karno, Jalan Pengangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Jumat 17 Agustus 1945 pukul 05.00 WIB dini hari, para tokoh bangsa baru selesai menyusun teks proklamsi di kediaman Laksamana Maeda.
Rumah Bung Karno pun tampak sibuk menjelang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Rakyat telah berkumpul untuk mengikuti detik-detik pembacaan proklamasi.
Berikut adalah teks pidato Proklamasi Kemerdekaan Indonesia lengkap yang dibacakan oleh Soekarno atas nama bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.
"Saudara-saudara sekalian,
Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa mahapenting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun! Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.
Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada suatu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita!
Negara merdeka, negara Republik Indonesia! Merdeka, kekal, abadi! Insya Allah Tuhan memberkati kemerdekaan kita ini."
UPACARA BENDERA MERAH PUTIH DI ISTANA NEGARA TAHUN 2020.
HUT Ke-75 RI, Ini Ide Lomba Agustusan di Tengah Pandemi Covid-19
1. Lomba bermain game online
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3209535/original/056302400_1597408138-shutterstock_401254324.jpg)
Di tengah pandemi yang mengharuskan banyak orang berdiam diri di rumah, tak sedikit yang menjadikan game online sebagai “teman” mereka dalam menjalani hari.
Tak heran saat ini berbagai aplikasi game online tengah merebak. Kalian bisa memanfaatkannya untuk turut memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI di rumah. Kalian bisa mengadakan lomba dengan bermain game online favorit bersama saudara, kerabat atau teman secara online.
2. Lomba dance TikTok
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3137583/original/087265500_1590562334-tiktok-5064078.jpg)
Bagi kalian yang aktif di media sosial tentu tahu bahwa TikTok saat ini telah menjadi salah satu aplikasi yang tengah viral di berbagai media. Kalian pun bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk memeriahkan momen agustusan. Contohnya saja dengan mengadakan lomba dance challenge.
3. Lomba menghias masker
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097038/original/008212100_1586331912-woman-holding-face-mask-3902883.jpg)
Peran Pelajar dalam Mengisi Kemerdekaan
Menurutnya arti Kemerdekaan itu ialah suatu kebebasan, bebas berpendapat, berekspresi, dan mendapatkan hidup yang layak tanpa adanya tekanan dari siapapun.
Kemerdekaan bukan semata-mata hadiah dari bangsa lain, namun Kemerdekaan diraih dari hasil perjuangan para pahlawan yang rela berkorban. Selain untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah gugur, Kemerdekaan Indonesia juga dapat dimaknai sebagai bentuk rasa cinta tanah air.
Walaupun Indonesia telah merdeka, perjuangan tidak berhenti disitu saja. Sebagai pelajar ada banyak hal yang dilakukan untuk mengisi Kemerdekaan yaitu dengan cara belajar sungguh-sungguh agar sukses dalam membangun Indonesia yang maju, melestarikan Kebudayaan Indonesia, Menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan menanamkan jiwa Nasionalisme pada generasi muda .
Komentar
Posting Komentar